Sudah
selayaknya bagi seorang hamba ketika berbicara atau berkata hendaknya berkata
yang baik atau diam. Ia harus menjauhkan ghibah (membicarakan aib orang
lain), dusta (bohong), menghasut, berkata-kata yang keji, memfitnah dan hal-hal
yang diharamkan Allah. Oleh karena itu dia harus membersihkan lisannya dengan
banyak berdzikir.
Siapa
yang membiasakan lidahnya untuk berdzikir, maka lidahnya lebih terjaga dari
ke-bathilan dan perkataan yang sia-sia. Namun, siapa yang lidahnya tidak pernah
mengenal dzikir, maka kebathilan dan kekejian banyak terucap dari
lidahnya.
26.
Majelis
dzikir merupakan majelis para Malaikat, sedangkan majelis kelalaian dan
permainan merupakan majelis syaitan. Hendaklah seorang hamba memilih, mana yang
lebih dia sukai dan yang lebih dia prioritaskan (utamakan). Karena dengan
begitulah dia akan menentukan tempat di dunia dan di
akhirat.
27.
Malaikat
akan selalu memintakan ampun kepada Allah bagi orang-orang yang berdzikir. Dan
banyak berdzikir membuat seseorang terhindar dari sifat
nifaq.
28.
Dengan
berdzikir kepada Allah, maka pelakunya akan merasa bahagia, begitu pula dengan
orang yang dekat dengannya. Dialah orang yang senantiasa mendapatkan barakah.
Tapi orang yang lalai, dia akan senantiasa gundah karena kelalaiannya, begitu
pula orang yang dekat dengannya.
29.
Dzikir
memberikan rasa aman dari penyesalan di hari Kiamat, karena majelis yang di
dalamnya tidak terdapat dzikir kepada Allah, maka akan menjadi penyesalan pada
hari Kiamat.
30.
Berdzikir
kepada Allah sambil meneteskan air mata dikala sendiri
akan menjadi perlindungan bagi pelakunya dari panas matahari di padang Mahsyar
pada hari Kiamat, karena dia dilindungi oleh 'Arsy Allah. Sementara orang lain
yang tidak berdzikir kepada Allah, akan tersengat oleh panasnya matahari pada
saat itu.
31.
Dzikir
merupakan ibadah yang paling mudah, namun paling agung dan paling utama. Sebab,
gerakan lidah merupakan gerakan anggota badan yang paling ringan dan paling
mudah.1
32.
Dzikir
merupakan tanaman Surga, sebagaimana yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dari
hadits Abdullah bin Mas'ud رضي الله عنه, dia berkata, Rasulullah
صلى الله عليه وسلم bersabda: "Pada malam aku di isra'-kan, aku
bertemu Ibrahim al-Khaliil, seraya berkata kepadaku: 'Hai Muhammad,
sampaikanlah salamku kepada umatmu dan beritahukanlah kepada mereka bahwa Surga
itu bagus tanahnya, segar airnya dan bahwa Surga itu merupakan kebun, sedangkan
tanamannya adalah:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ
اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
"Mahasuci
Allah, segala puji milik-Nya, tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan
benar) selain Allah dan Allah Mahabesar."2
Menurut
at-Tirmidzi, hadits ini hasan gharib.3 Dia juga meriwayatkan dari Abu az-Zubair, dari
Jabir, dari Nabi صلى الله عليه وسلم beliau bersabda: "Barangsiapa
mengucapkan:
سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ
'Mahasuci
Allah yang Mahaagung, aku memuji-Nya,'[غُرِسَتْ لَهُ نَخْلَةٌ فِي الْجَنَّةِ] maka ditanamkan baginya pohon kurma di
Surga." Menurut at-Tirmidzi, hadits ini hasan shahih.4
1. Di antara contoh kalimat yang ringan di lidah dan berat dalam
timbangan dan dicintai oleh Allah سبحانه و تعالي
yaitu:
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ
الْعَظِيْمِ
"Mahasuci Allah, aku memuji-Nya, Mahasuci Allah Yang Mahaagung."
(Hadits shahih riwayat al-Bukhari no. 6404 dan Muslim no.
2694).
2. Lihat Silsilah al-Ahaadiits asb-Shahiihah no. 105. Di
dalam riwayat Imam Muslim, perkataan yang dicintai oleh Allah itu empat:
"Subbaanauaah, Alhamdulillaah, Laa Ilaaha illallaah, Allaahu
Akbar."
3. HR. At-Tirmidzi no. 3462. Lihat Silsilah al-Ahaadiits
asb-Shahiihah no. 64
4. HR. At-Tirmidzi no. 3464, 3465. Lihat Shahiih Sunan
at-Tirmidzi III/160 no. 2757.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar