Sungguh indah apa yang dinyatakan oleh Imam Muhammad bin Ahmad bin Abi
Bakr Al-Qurthubi rahimahullah, beliau mengatakan,
فَعَلَى الْإِنْسَانِ أَنْ يَسْتَعْمِلَ مَا فِي كِتَابِ اللهِ
وَصَحِيْحِ السُّنَّةِ مِنَ الدُّعَاءِ وَيَدَعُ مَا سِوَاهُ وَلاَ يَقُوْلُ
أَخْتَارُهُ كَذَا فَإِنَّ اللهَ تَعَالَى قَدِ اخْتَارَ لِنَبِيِّهِ
وَأَوْلِيَائِهِ وَعَلَّمَهُمْ كَيْفَ يَدْعُوْنَ
“Seyogyanya
seorang menggunakan do’a-do’a yang tercantum dalam Al Qur'an dan berbagai hadits
yang shahih (valid berasal dari nabi-peny) serta meninggalkan
berbagai do’a yang tidak bersumber dari keduanya. Janganlah ia mengatakan, “Saya
telah memilih do’a1 sendiri (untuk diriku)”, karena Allah ta’ala telah
memilihkan dan mengajarkan berbagai do’a kepada nabi dan para wali-Nya (dalam Al
Qur'an dan sunnah nabi-Nya) ”.2
1. Pembahasan
ini turut mencakup dzikir karena pada dasarnya dzikir termasuk do’a.
2. Al
Jami’ Li Ahkamil Qur’an
4/226.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar